Galilei Team

SuciWuryRendy Suci Rianie Wuri Sari Ratna Rendy Retno Rini Julian Alider

Minggu, 12 Desember 2010

SIA - Chapter 15 TEKNOLOGI INFORMASI AUDITING


TEKNOLOGI INFORMASI AUDITING


Konsep-konsep PDE Auditing (SARI)
Istilah PDE auditing umumnya digunakan untuk menerangkan dua jenis aktiva yang berhubungan dengan komputer. Satu penggunaan istilah ini untuk menerangkan proses penelaahan dan evaluasi pengendalian intern dalam pemerosesan elektornik. Aktivitas ini biasa dilakukan oleh auditor selama pengujian ketaatan dan disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan lainnya untuk menerangkan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dilakukan secara manual, dan disebut sebagai auditing dengan komputer.
Stuktur Audit Laporan Keuangan
Tujuan dan tanggungjawab utama auditor ekstern adalah menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan. Auditor intern melayani kebutuhan manajemen, auditor ekstern melayani para pemegang saham, pemerintah, dan masyarakat luas. Hasil pekerjaan auditor intern juga menjadi bahan acuan penelaahan dan pekerjaan auditor ekstern pada saat mereka mengaudit laporan keuangan perusahaan.
Audit secara umum dibagi menjadi dua komponen. Komponen pertama, disebut audit interim, bertujuan menetapkan tingkat keandalan sistem pengendalian intern. Komponen audit yang kedua biasanya disebut sebagai audit laporan keuangan, mencakup pengujian substantif. Pengujian substantif merupakan verifikasi langsung terhadap angka-angka laoran keuangan.
Auditing di Seputar Komputer
Sistem akuntansi PDE hanya memberikan sedikit saja kebutuhan bagi auditor untuk menggunakan teknologi dalam audit atas sistem manual. Sistem akuntansi mencakup masukan, pemrosesan, dan keluaran. Dalam pendekatan di seputar kmputer, porsi pemrosesan diabaikan.

Auditing melalui computer. (RETNO)
Auditing melalui computer dapat di definisikan sebagai verifikasi pengendalian – pengendalian dalam system PDE. Pertimbangan-pertimbangan hakekat PDE dan pengendalian intern  dalam lingkungan PDE tampak dalam suatu kerangka. PDE audit keseluruhan mencakup verifikasi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi dalam system PDE. PDE audit tertentu di arahkan untuk salah satunya, biasanya system aplikasi tertentu seperti piutang dagang.
Audit PDE untuk verifikasi ketaatan pengendalian intern dilakukan oleh auditor intern dan auditor ekstern. Tujuan-tujuan auditor ekstern biasanya di arahkan untuk atestasi laporan keuangan . seringkali ,auditor intern memiliki tujuan-tujuan yang sama;
Peraturan umum PDE audit sama dengan standart professional yang di gunakan dalam setiap audit. Untuk auditor ekstern, standart-standart ini tercantum dalam statements of auditing standart AICPA. Standart –standart auditing dasar tidak di pengaruhi oleh teknologi yang digunakan dalam system yang diaudit.
AUDITING DENGAN KOMPUTER. (RETNO)
Auditing dengan computer merupakan proses penggunaan teknologi informasi dalam auditing. Teknologi informasi digunakan untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan audit yang dilaksanakan pula secara manual.manfaat potensial penggunaan teknologi system informasi dalam audit meliputi hal-hal berikut :
-          Kertas kerja yang dihasilkan computer umunya lebih mudah dibaca dan lebih konsisten . kertas kerja semacam itu lebih mudah disimpan ,di akses, dan direvisi.
-          Waktu dapat di hemat dengan meneleminasikan penrhitungan – silang dan dikalkulasi rutin lainnya.
-          Kalkulasi ,perbandingan ,dan manipulasi data lainnya akan menjadi lebih akurat.
-          Kalkulasi telaah analistis akan lebih efisien ,dan lingkupnya dapat di perluas.
-          Informasi proyek seperti anggaran waktu dan pemonitoran waktu actual dan jumlah di anggarkan akan lebih mudah di hasilkan dan di analisis.
-          Korespondensi audit standart seperti kuesioner dabn daftar periksa ,surat proposal,dan format-format laporan dapat di simpan dan domodifikasi secara mudah.
-          Moral dan produktifitas dapat di tingkatkan dengan mengurangi waktu untuk tugas-tugas klerikal.
-          Peningkatan efektifitas biaya dapat di peroleh dengan menggunakan – ulang aplikasi-aplikasi audit elektronik untuk audit peristiwa kemudian .
-          Akan terjadi penngkatan independensi karyawan-karyawan system informasi.
Manfaat yang di sebutkan pada empat butir pertama terutama berkaitan dengan auditor itu sendiri yang melakukan audit. Pemanfaat ulang teknologi audit elektronik akan menigkatkan efektifitas biaya secara keseluruhan. Dampak-dampak positif bagi moral staf dan produktifitas inilah yang menbuat teknologi digunakan oleh setiap manajer audit.
TEKNOLOGI EDP AUDITING. (RETNO)
Teknologi PDE audit telah berkembang sejalan dengan perkembangan system computer. Teknologi PDE auditing dgunakan secara memadai untuk mencapai tujuan-tujuan audit.
 

Data uji.
Data uji merupakan masukan yang di sajikan auditore yang memuat data yang abash dan tidak abash.
Secara manual maskan dip roses untuk menentukan bagaimaana bentuk keluaran. Teknik data uji banyak di gunakan oleh auditor ,seperti halnya juga oleh para pemrogram ,untuk memverifikasi akurasi pemrosesan program-program computer. Data uji dapat di pergunakan untuk memverifikasi kegiatan validasi transaksi masukan, logika pemrosesan dan kegiatan komputasional program-program computer dan untuk memverifikasikan hubungan perubahan – perubahan program. Teknik ini khususnya bagus untuk pengujian program dimana dilakukan kalkulasi-kalkulasi  atas benga atau depresi.
Dalam pemanfaatan data uji ,digunakan program-program produksi tetap , dan penting untuk meyakinkan bahwa data uji tidak mempengaruhi file yang terdapat dalam system. Ini mebutuhkan koordinasin antara auditor dan karawan computer.
Data uji di sajikan stelah system yang akan di audit I telaah dan transaksi –transaksi sirancang untuk menguji aspek-aspek system yang telah dipilih. Data uji dapat dihasilkan dengan melengkapi formulir-formulir masukan untuk menbuat transaksi-transaksi uji bersifat fiktif atau dengan menlaah data masukan actual dan memilih beberapa transaksi riel untuk diproses sebagai data uji. Teknik yang kurang umum digunakan adalah dengan membuat data uji dengan menggunakan generator data uji yaitu program computer yang dirancang secara khusus yang membuat data uji komprehensif berdasarkan parameter yang menguraikan hakekat dari pemrograman yang akan di uji.
Data uji dapat menjadi using karena perubahab-perubahan program. Terakhir , data uji umunya tidak dapat mencakup seluruh kombinasi kondisi-kondisi yang di gunakan dalam program computer.


Beberapa jenis – jenis paket perangkat lunak mikrokomputer berikut ini : (JULIAN)
·         Paket paket perpajakan
·         Uji petik statistik
·         Translasi mata uang
·         Pembuatan nomor acak
·         Analisis regresi
·         Analisis persediaan
·         Perangkat lunak bagan arus
·         Kertas kerja dan lampiran lampiran

Kebanyakan paket perangkat lunak yang sekarang digunakan dalam administrasi audit adalah versi mikrokomputer yang sebelumnya terdapat dalam bentuk buku atau dokumen. Selain jenis jenis perangkat lunak mikrokomputer tujuan khusus tersebut, juga terdapat jenis lainnya. Kebanyakan dari paket ini mencakup aspek aspek sistem akhir expert ( yaitu berdasar pengetahuan dan intelegensi arti fisial )

Kegiatan audit terprogram
Merupakan teknologi audit yang mencakup modifikasi program komputer untuk tujuan tujuan audit. Salah satu teknik tersebut disebut embedded audit data collection.

Catatan diperluas
Berhubungan dengan modifikasi program program komputer untuk menyajikan jejak audit yang komprehensif untuk transaksi transaksi terpilih dengan mengumpulkannya dalam perluasan catatan data tambahan dalam suatu pemrosesan yang tidak normal.

Snapshot
Seperti yang diimplikasikan dari namanya, berupaya memberikan gambaran komprehensif dari pekerjaan program pada titik tertentu suatu waktu.

Penjejakan
Merupakan teknik audit lainnya yang menghasilkan alat bantu program.

Penelaahan dokumentasi sistem
seperti deskripsi naratif, bagan arus, dan daftar program, barang kali merupakan teknik auditing PDE yang tertua, dan tetap dipergunakan secara luas sampai sekarang.

Bagan arus pengendalian
Dalam banyak kasus, dokumentasi spesifik untuk tujuan tujuan audit ditelaah dan dikembangkan untuk menunjukan hakekat pengendalian aplikasi dalam sistem.

Pendekatan umum terhadap PDE audit
Sebagian besar pendekatan terhadap PDE audit mengikuti 3 tahap umum berikut ini:
·         Terdiri dari telahaan dan evaluasi awal terhadap area yang akan di audit serta penyiapan rencana audit
·         Telaahan dan evaluasi rinci atas pengendalian
·         Pengujian ketaatan yang diikuti dengan analisis dan pelaporan hasil hasil

Program audit adalah daftar rinci prosedur prosedur audit yang akan diterapkan dalam audit tertentu .

Audit atas aplikasi PDE (alider)

Pengendalian pengendalian aplikasi dibagi menjadi 3 area umum yaitu:
·         Masukan
·         Pemroresan
·         Keluaran
Hakekat audit atas aplikasi aplikasi PDE akan sangat dipengaruhi oleh besarnya keterkaitan audit dalam proses pengembangan sistem. ITF dan modul modul audit yang dibuat khusus hanya dapat digunakan jika telah terdapat dalam aplikasi.
Audit pengembangan sistem aplikasi
Diarahkan pada aktifitas aktifitas analisis sistem dan para pemrogram yang mengembangkan dan memodifikasi program program aplikasi, file file, dan prosedur prsedur yang berkaitan. PDE audit atas proses pengembangan sistem lebih umum terdapat pada organisasi organisasi besar, karena kebanyakan organisasi kecil tidak memiliki proses pengembangan sistem yang formal.
Audit atas pusat layanan komputer
Dilakukan sebelum setiap audit atas aplikasi dilakukan guna menyakinkan integrasi umum lingkungan dimana aplikasi akan difungsikan. Pengujian ketaatan yang akan digunakan dalam seluruh area audit tersebut adalah telahaan atas bukti bukti yang didokumentasikan; wawancara dengan pemakai, manajemen, dan karyawan departemen sistem; observasi langsung; dan tanya jawab.
 


 

SIA - Chapter 13 SISTEM PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK

SISTEM MASUKAN (Wuri & Rendy)

Berikut adalah tahap pemrosesan masukan yang akan di bahas :
penyiapan dan perlengkapan dokumen sumber, dokumen - dokumen sumber, seperti order penjualan,diarsip secara manual. kesalahan-kesalan yang terjadi pada tahap ini dapat di minimalkan. jika dokumen sumber tersebut dapat di lengkapi maka di kumpulkan dan dikirimkan ke departemen pemrosesan untuk di masukkan ke dalam sistem komputer.

PENGIRIMAN DOKUMEN-DOKUMEN SUMBER KE PEMROSESAN DATA

pengiriman data masukkan harus berhubungan dengan perlengkapan formulir pengendalian dokumen masukkan. formulir pengendalian dokumen harus di beri tanggal dan di cap waktu dan kumpulannya harus di periksa untuk meyakinkan bahwa semuanya telah lengkap dan konsisten dengan prosedur pengendalian. informasi umumnya di entry dalam buku harian pengiriman data (data tranfer log) untuk memungkinkan pengendalian atas disposisi dan pemanfaatan data yang bersangkutan. formulir pengendalian dokumen di catat dalam departement pemrosesan data, dan di cocokkan dengan total pengendalian pengeluaran. 

MASUKKAN DATA

verivikasi kunci merupakan prosedur pengendalian yang mendeteksi kesalahan dalam pengetikan. cara yang kurang efektif untuk mendeteksi kesalahan masukkan data adalah verivikasi visual.

PENGEDITAN DATA PROGRAM

merupakan teknik perangkat lunak yang di gunakan untuk mengecek kesalahan data sebelum dpemrosesan dilakukan.

TEKNIK-TEKNIK PENGEDITAN DATA PROGRAM

setelah data di edit ditingkat karakter, kemudian di cek kelayakan dengan membuat file tabel yang memuat daftar nilai-nilai yang dapat di terima untuk setiap field. kemudian membandingkan nilai aktual setiap field dengan nilai yang tek dapat dalam tabel.

SISTEM-SISTEM MASUKAN TANPA KERTAS

kadang disebut juga sistem masukkan online.transaksi-transaksi di masukkan secara langsung ke jaringan komputer. dan kebutuhan pengetikan dokumen sumber di kurangi. log transaksi atau register transaksi di buat dengan login atas masukkan yang secara otomatis tags. Tagging berarti bahwa informasi berorientasi audit termasuk dalam data transaksi original.

SISTEM PEMROSESAN BERDASAR KERTAS

transaksi-transaksi di masukkan ke dalam komputer dalam bentuk Batch. Batch ini kemudian di proses secara periodik. pemrosesan dapat dilakukan baik pemutakhiran file secara sekuensial maupun random. pemrosesan secara batch dengan pemutakhiran file secara berurutan. pemrosesan dalam sistem semacam itu biasanya termasuk dalam tahap-tahap berikut ini :
1. Penyiapan file transaksi
2. pemutakhiran file induk
3. Pemutakhiran buku besar
4. Penyiapan laporan buku besar, neraca saldo dan laporan lainnya.

Pemutakhiran file induk
Jika data transaksi telah di edit dan di sortir maka di proses dengan file induk lama. program ini memposting perincian transaksi piutang dagang ke file induk piutang dagang. file ini merupakan dasar untuk menghasilkan laporan atau rincian informasi lainnya dan merupakan sub buku besar. Rekonsiliasi masukkan total pengendalian pengeluaran dilakukan oleh departemen pemakai

PEMUTAKHIRAN BUKU BESAR (SUCI)

Terdapat dua aspek utama pengoperasian system buku besar terkomputerisasi.
1. Menggunakan pemrosesan langsung program buku besar, yang sebagian besar dilakukan secara bulanan.
2. Berkaitan dengan pemrosesan dalam system aplikasi computer lainnya untuk menyiapkan masukan ke system buku besar.
Salah satu tugas yang harus dilakukan dalam perancangan buku besar adalah pembuatan kumpulan ayat-ayat jurnal proforma yang disiapkan untuk mengumpulkan dan memutakhirkan seluruh data yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan-laporan keuangan.

Prosedur pemrosesan diuraikan secara rinci sebelum memposting transaksi ke sub buku besar piutang dagang. Buku besar belum dimutakhirkan. Ikhtisar informasi yang dibutuhkan untuk menyiapkan ayat-ayat jurnal dicetak pada saat pemrosesan sub buku besar diselesaikan dan harus dilakukan pemutakhiran buku besar manual, atau informasi ini selanjutnya dimasukkan ke pemrosesan buku besar terkomputerisasi. Allternatifnya, ayat-ayat jurnal standar dapat dicetak dalam format yang terbaca mesin.

Format voucher jurnal hamper serupa di sebagian besar organisasi yaitu memuat nomor voucherjurnal dan tanggal, pengendalian dan sub akun (sesuai kebutuhan), dan nilai debit dan kredit. Nomor voucher jurnal dibuat untuk mengkodekan jenis transaksi. Kolom diberi judul dengan ID yang menunjukkan apakah jurnal itu merupakan masukan orisinal atau pembalikan atas masukkan sebelumnya.
Pencocokan pengkodean-lini.

• Field pertama, menujukkan jenis lampiran-(dalam ilustrasi ini adalah lampiran laporan keuangan).
• Field kedua, menunjukkan laporan spesifik-(dalam contoh ini adalah neraca).
• Field ketiga dan keempat, menempatkan akun dalam struktur laporan.

Efek-efek merupakan lini ketiga dalam neraca, dan nilainya tercantum dalam kolom dua.
• Neraca umumnya, mencakup 4 kolom data :
1. Actual periode lini
2. Saldo awal tahun
3. Anggaran
4. Varians antara 1 dan 3
• Sebagai alternatif dari prosedur yang telah diuraikan diatas, kode lini dapat disimpan dalam file buku besar itu sendiri.

LAPORAN-LAPORAN BUKU BESAR YANG UMUM (SUCI)

Selain laporan-laporan keuangan dan lampiran, laporan-laporan umum dari sitem buku besar mencakup 5 hal :
1. Voucher jurnal secara berurutan.
2. Voucher jurnal dalam akun general.
3. Buku besar per akun. Merupakan ikgtisar aktivitas bulan ini dalam buku besar.
4. Ikhtisar buku besar. Ikhtisar sampai dengan periode ini.
5. Neraca saldo berjalan. Merupakan hasil sortir ikhtisar sampai dengan periode ini dalam format neraca saldo.

PEMROSESAN BATCH DENGAN PEMUTAKHIRAN FILE AKSES-RANDOM (SUCI)

• Lebih mudah dibandingkan pemutakhiran akses-sekuensial. Tidak perlu menyortir file transaksi ke pesan yang sama di file master, dan tidak perlu pula untuk membuat file induk baru.
• Catatan-catatan individual dibaca satu per satu dari file transaksi dan digunakan untuk memutakhirkan catatan-catatan dalam file master pada tempatnya.
• Tahapan-tahapan :
1. Catatan dibaca dari file transaksi.
2. Nilai kunci catatan transaksi digunakan untuk akses secara random. Catatan yang berkaitan dengan file induk.
3. Catatan dalam file induk dimutakhirkan dalam memori dan pemutihan ditulis ulang ke file data

ILUSTRASI PEMROSESAN BATCH DALAM PEMUTAKHIRAN FILE AKSES RANDOM (RATNA)

1. Aplikasi faktur baru.
2. Pemrosesan nota pengiriman kas.
3. Pembuatan saldo system.

SISTEM PEMROSESAN TANPA KERTAS (RATNA)

Pemrosesan tepat waktu, kadang-kadang disebut on-line real-time processing. Pemrosesan Batch dalam Sistem pemrosesan Tanpa-Kertas mirip dengan pemrosesan batch dalam system berdasar kertas. Bahwa voucher jurnal diganti dengan fungsi yang serupa tetapi secara elektronis, dan buku besar dimutakhirkan secara otomatis secara periodic.

Pemrosesan Tepat-Waktu dalam Sistem Pemrosesan Tanpa-Kertas. Keutungan utama dalam system tanpa-kertas adalah memungkinkan untuk melakukan pemrosesan tepat waktu. Pemrosesan transaksi-transaksi individual sebagai kebalikan dari kelompok-kelompok transaksi disebut pemrosesan segera, pemrosesan langsung, atau pemrosesan tepat-waktu.

Inquiry/response systems, para pemakai tidak memasukkan data pemrosesan; mereka hanya meminta informasi . dirancang untuk memberikan tanggapan cepat terhadap permintaan informasi dari pemakai.
System memasukkan data, pemakai pemasukkan data secara interaktif. Disimpan oleh OLRS tetapi diperoses secara periodic dalam bentuk batch. System pemrosesan file berbeda dengan system masukan data dalam hal kesegeraan pemrosesan data terhadap file induk yang berkaitan. System pemrosesan penuh, atau system pemrosesan transaksi, para pemakai juga melakukan masukan transaksi-transaksi secara interaktif.
Aspek ekonomik dari OLRS, seperti pemrosesan segera atas transaksi-transaksi dan tanggap cepat terhadap kebutuhan pemakai, merupakan keuntungan-keuntungan relative dibandingkan system pemrosesan batch. OLRS dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

Keburukan-keburukan relative OLRS adalah adanya peningkatan biaya dan kompleksitas dalam pengoperasian system. OLRS lebih sensitive terhadap kekeliruan perangkat keras dan lunak, dan lebih peka dalam hal pemrosesan kekeliruan yang timbul dari masukan yang keliru atau salah. Pengendalian pemrosesan transaksi lebih banyak terdapat dalam OLRS daripada system berorientasi-Batch.

SISTEM KELUARAN (RATNA)

System keluaran dapat berupa system dengan kertas, tanpa-kertas, atau antara keduanya. Sebagian besar system dengan kertas, dan berorientasi-batch dengan pemrosesan file sekuensial menghasikan volume keluaran yang besar. System tersebut tidak menyediakan kueri pemakai untuk akses-random, system tersebut umumnya menghasilkan keluaran atau rangkapan microfiche dari seluruh file sebagai referensi.
System tanpa kertas yang on-line dan tepat-waktu cenderung menghasilkan sangat sedikit keluaran. Pengendalian keluaran dirancangan untuk mengecek bahwa hasil pemrosesan telah berupa keluaran yang sah dan keluaran tersebut telah didistribusikan secara memadai.

Rabu, 08 Desember 2010

SIA - CHAPTER 12 - SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK


SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI DAN PERTUKARAN DATA ELEKTRONIK
Konsep – Konsep Komputasi Terdistribusi
Konsep-Konsep Komputasi Terdistribusi adalah jaringan antar computer yang berperan seperti sebuah computer Bagi satu individu. Contohnya LAN. Trasnparasi jaringan atau transparasi lokasi mempunyai arti bahwa pemakai tidak mempedulikan hakekat pendistribusian dalam system. Jadi , seluruh data dan file dalam jaringan, terlepas dimana pun lokasinya, akan terdapat dalam computer di pemakai. SERVER secara konstan menjalankan program computer dan data base yang berkaitan (atau file data) yang memuat satu atau lebih perangkat lunak atau layanan data ke computer lain di dalam jaringan. Pendekatan alternative adalah penggunaan server nama yaitu server khusus yang menyimpan direktori file dan atau data secara terpusat. Naming services (aplikasi dari teknologi server nama) merupakan dasar dari system komputerisasi terdistribusi. Naming services pentingnya sehingga telah di standarisasikan oleh Open system Interconektion (OSI) Standar X.500. naming services di tempatkan dalam aplikasi melalui system file terdistribusi, yang merupakan bagian atau penambahan dalam system operasi untuk mengendalikan naming services. Sistem operasi dapat berupa system operasi jaringan atau system operasi terdistribusi. Dalam system operasi jaringan setiap computer dalam jaringan menjalankan kopi system operasi masing-masing yang mendukung komunikasi dengan komputer lain dalam jaringan. Namun dalam system operasi terdistribusi hanya ada satu system operasi yang terdistribusi di seluruh computer dalam jaringan.
Komunikasi inter proses berkaitan dengan komunikasi langsung program ke program antara 2 program komputer yang di jalankan secara simultan kemungkinan dalam 2 komputer terpisah dalam satu jaringan.
Arsitektur Pemrosesan Jaringan untuk mendistribusikan data
Arsitektur pemrosesan data mencakup arsitektur terpusat , arsitektur distribusi server  pemakai (Client) dan arsitektur distribusi antar pemakai. Arsitektur pemrosesan jaringan tak terdistribusi merupakan komunikasi antar computer yang dapat dilakukan tanpa transparasi jaringan dan komunikasi interproses. Pemrosesan server client dengan arsitektur pemrosesan jaringan server client merupakan beragam program-program aplikasi dalam jaringan akan bertindak menjadi client atau server.
Ada 4 jenis kebijakan-kebijakan data base : kebijakan keamanan, kebijakan intergritas, kebijakan pemicu dan kebijakan derivasi. Dalam lingkungan server DBMS tugas pemakai dan kebijakan data base  terdapat di client. Dalam server DBMS dan Data base terdapat dalam server. Server DBMS menunjukkan beberapa kelebihan di banding Server file. Dalam lingkungan tempat penyimpanan server memuat DBMS kebijakan data base dan data base.
Pendistribusian Data dan Sumber Daya Komputasi
Pendistribusian data merupakan data base terdistribusi untuk menyebutkan setiap data base yang dapat diakses di seluruh jaringan dengan beberapa metode tertentu seperti remote procedur calls.
Pertukaran Data Secara Elektronik
Pertukaran data elektronik adalah pertukaran langsung dokumen-dokumen bisnis dari computer ke computer, seperti order pembelian dan order penjualan. Sebelum dua perusahaan melakukan pertukaran dokumen satu sama lain, kedua perusahaan Harus menandatangani EDI partnership Agreement yang mengatur secara hokum bagaimana transaksi bisnis elektronik di laksanakan.  Standar-standar EDI di kembangkan untuk membantu pertukaran data bisnis secara elektronik diantara perusahaan-perusahaan.
Transfer Data Elektronik
Merupakan kelompok besar metode-metode untuk mengirimkan pesan-pesan internasional yang secara elektronis berdampak pada perubahan ekonomi. Sistem besar EFT merupakan transfer dana secara segera dari satu institusi keuangan kelainnya dapat dilakukan dengan EFT besar. Fedwire digunakan untuk mentranfer dana di antara anggota federal Reserve system. Chips adalah system ACH di gunakan untuk transfer pembayaran EURO dolar antar institusi keuangan AS dan non AS.