Galilei Team

SuciWuryRendy Suci Rianie Wuri Sari Ratna Rendy Retno Rini Julian Alider

Sabtu, 18 Desember 2010

SIA - Chapter 16 PERENCANAAN DAN ANALISIS SISTEM


PERENCANAAN DAN ANALISIS SISTEM (SARI)
Perencanaan sistem mencakup identifikasi subsistem dalam sistem informasi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan, tujuannya adalah mengidentifikasi masalah yang perlu diatasi segera. Analis sistem dimulai setelah perencanaan sistem melakukan identifikasi. Jika subsistem organisasi telah ditargetkan, maka analis sistem berfokus pada pendefinisian kebutuhan informasi dan sistem yang diperlukan untuk menjalankan tujuan manajemen.
Tujuan Analis Sistem
1)  Memperoleh pemahaman mengenai sistem berjalan
2)  Mengidentifikasikan dan memahami masalah-masalah
3)  Mengungkapkan masalah-masalah yang telah diidentifikasikan dalam bentuk kebutuhan informasi dan sistem
4)  Mengidentifikasikan secara jelas subsistem yang memiliki prioritas tertinggi

Perencanaan Sistem dan Analisis Kelayakan
Perencanaan keseluruhan dilakukan untuk mencapai tujuan sbb :
·  SD akan ditargetkan untuk subsistem yang paling membutuhkan
·  Duplikasi dan hasil yang sia-sia harus diminimalkan
·  Pengembangan sistem dalam organisasi akan konsisten dengan perenanaan stratejik
Perencanaan sistem analisis kelayakan mencakup tujuh tahap :
Ø  Pembahasan dan perencanaan pada tingkat manajemen puncak
Ø  Penetapan dewan pegarah perencanaan sistem
Ø  Penetapan tujuan dan batasan keseluruhan
Ø  Pengembangan perencanaan sistem  informasi stratejik
Ø  Identifikasi dan pemrioritasan area-area spesifik dalam organisasi
Ø  Pembuatan proposal sistem untuk mendukung dasar analisis dan perancangan awal subsistem tertentu
Ø  Pembentukan tim untuk tujuan analisis dan perancangan awal sistem

Perencanaan Sistem dan Manajemen Puncak
Tujuan utama dari pengembangan sistem adalah mengkomunikasikan mengenai manajemen stratejik dengan manajemen puncak. Pengembang sistem memiliki resiko apabila ia menerima pendapat manajemen sebagai fakta yang tetap . tanggungjawab kesuksesan atau kegagalan sistem baru ada pada pengembang sistem.

Dewan Pengarah
Dewan pengarah mewakili manajemen puncak dan seluruh fungsi utama dalam organisasi. Tanggungjawabnya adalah memfokuskan kebutuhan perusahaan akan informasi sekarang dan masa depan. Dewan pengarah bertanggungjawab terhadap perncanaan dan pengendalian pengembangan sistem perusahaan secara keseluruhan. Orang yang ideal untuk masuk dalam dewan adalah wakil presiden direkturnbidang sitem informasi.

Pembuatan Tujuan dan Batasan-batasan Sistem
Tujuan-tujuan umum meliputi tujuan-tujuan strategis keseluruhan yang berkaitan siklus perencanaan jangka panjang perusahaan. Rincian dari tujuan-tujuan strategis adalah tujuan taktis., ini berkaitan dengan perencanaan taktis dan berjangka waktu satu tahun.
Faktor-faktor penentu kesuksesan adalah karakteristik-karakteristik yang membedakan perusahaann dengan para pesaing dan merupakan kunci untuk mencapai kesuksesan.

Pembuatan Rencana Sistem Strategis
Hasil utama dari dewan pengarah atau orang yang bertanggungjawab atas pengembangan sistem adalah rencana sistem strategis. Rencana ini harus dibuat dalam bentuk dokumen tertulis yang berkaitan dengan sasaran jangka panjang dan jangka pendek.

Identifikasi Proyek Individual untuk Menentukan Prioritas
Penetapan prioritas merupakan hal penting, karena sumber daya keuangan seringkali terbatas. Peringkat prioritas proyek harus dilakukan dengan cara yang sama dengan penganggaran modal. Manfaat sistem seringkali sulit untuk dikuantifikasi, maka seringkali pertimbangan keuangan tidak terpikirkan pada saat memprioritaskan proyek. Tapi, untuk mengkuantifikasi biaya dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan proyek.

Pembuatan Proposal Proyek Sistem
Proposal proyek sistem harus dibuat sebagai anggaran proyek tentatif. Anggaran tidak dapat dibuat sampai tahap analisis sistem dan perancangan awal sistem diselesaikan. Oleh karena itu, proposal proyek harus mencakup biaya pelaksanaan analisis dan perancangan awal sistem. Selain itu proposal juga memuat tujuan-tujuan keseluruhan dan estimasi awal biaya dan manfaat proyek.

Pelaksanaan Proyek Sistem
Proyek pengembangan membutuhkan ahli-ahli dari berbagai bidang. Kebutuhan tersebut tergantung kepada kekhususan proyeknya, tetapi umunya dibutuhkan manajemen, akuntansi, pemrogram komputer, dan berbagai jenis keahlian teknis. Penting dalam sebuah pengembangan proyek untuk memiliki pemimpin yang membuat laporan kepada manajemen tingkat atas.
LANGKAH-LANGKAH  ANALISA  SISTEM  (RETNO)
Tahap 1 : Survei system berjalan.
Tujuan survei . terdapat empat tujuan survey system.
1.       Memperoleh pemahamanmengenai aspek-aspek operasional system.
2.       Menetapkan hubungan kerja dengan pemakai system.
3.       Mengumpulkan data penting yang bermanfaat dalam pembuatan rancangan system.
4.       Mengidentifikasikan masala-masalah spesifik yang membutuhkan perhatian pada saat dilakukan perancangan selanjutnya.
Tim pengembangan system harus memahami cara kerja system dalam rangka membuat perubahan-perubahan. Sangat berbahaya untuk mencoba memodifikasi system berjalan yang tidak di pahami. Pengembangan harus memahami kegiatan sehari-hari karyawan dalam system. Pemahaman ini memungkinkan pengembangan untuk memahami masalah sehingga mengurangi kekuatiran manajemen puncak.
Tujuan penetapan hubungan dengan individu yang bekerja dalam lingkungan system yang sedang di kembangkan sangatlah penting. Kesuksesan atau kegagalan proyek pengembangan akan sangat tergantung pada kualitas hubungan antara tim pengembangan dengan individu-individu yang bekerja dilingkungan system.hubungan yang buruk akan menimbulkan kesalahpahaman dan kegagalan melakukan perancangan .


Pertimbangan Perilaku. Manusia merupakan kunci penting dalam survey system. Kenyataan bahwa pengembangan system mencakup perubahan system berjalan menimbulkan banyak masalah. Tugas pertama analis yang melaksanakan survey adalah menciptakan hubungan kerja yang baik antara tim proyek dengan manajemen.


Beberapa pendekatan dapat membantu mengatasi jurang komunikasi ini :
-      Ketahui sebanyak mungkin orang yang terlibat dalam system sesegera mungkin.
-      Komunikasikan manfaat system yang di usulkan kepada orang-orang yang terlibat.
-      Berikan jaminan, pada tingkat yang mungkin, kepada seluruh orang yang akan kehilangan pekerjaan atau mengalami perubahan tanggungjawab pekerjaan.
-      Berikan jaminan bahwa system akan membuat pekerjaan orang-orang yang terlibat dalam system menjadi lebih mudah.
Salah satu hal yang bermanfaat adalah menunjukan kepada individu-individu  tersebut bahwa anda akan membantu memperbaiki kinerja pekerjaan mereka.

Pengembangan system harus mengkomunikasikan kepada pemakai bagaimana proyek pengembangan system ini akan memberikan keuntungan terhadap factor-faktor tersebut. Pengembangan system harus jujur dan terbuka terhadap kepada pemakai . ini berarti bahwa pengembangan harus  mengkomunikasikan, sesegera mungkin, mengenai lingkup dan tujuan proyek pengembangan kepada individu-individu yang akan dipengaruhi. Jika proyek mengandung masalah dalam pandangan para karyawan, pengembangan harus mencari cara pemecahan positif atas masalah ini dan meyakinkan bahwa semuanya akan dikerjakan dengan jujur.

Komunikasi pada tahap paling awal juga penting untuk mencegah adanya gossip. Tanggapan alamiah karyawan atas adanya perubahan dalam lingkungan kerja adalah dugaan. Dugaan bias berkembang menjadi gossip,yang sudah tentu bukanlah akurat. Oleh karena itu , komunikasi yang dini dan terbuka akan menciptakan jembatan untuk menyelesaikan pengembangan dengan sukses.
Sumber-sumber untuk Mengumpulkan Fakta. Beragam teknik untuk mengumpulkan fakta-fakta yang berkaitan dengan subsistem informasi yang sedang dikerjakan . Teknik –teknik ini dibahas pada seksi berikutnya dalam bab ini; tetapi, bahwa seluruh sumber-sumber informasi yang tersedia dapat di gunakan .
Analisa Temuan-temuan Survei. Jika survey ini telah selesai , kekuatan dan kelemahan subsistem dalam dianalis. Survey berfokus pada pemahaman hakekat dan operasi system, dan analisa temuan-temuan survey berfokus pada kekuatan dan kelemahan system. Beberapa pertanyaan berikut akan diajukan pada saat mengevaluasi system berjalan :
+ Apakah prosedur yang ada diperlukan ?
+ Apakah prosedur memuat langkah-langkah yang tidak diperlukan.
+ Apakah prosedur efektif dari aspek biaya ?
+ Apakah laporan yang ada jelas dan mudah dibaca?
+ Apakah dokumen-dokumen sumber dirancang dengan baik?
+ Apakaha ada laporan-laporan dihasilkan tetapi tidak dibutuhkan atau digunakan?
+ Apa yang menyebabkan terjadinya masalah tertentu?
+ Laporan tambahan apa yang bermanafaat bagi manajemen ?
+ Apakah dokumentasi system memadai?
Secara keselurah pertanyaan-pertanyaan harus dijawab dalam laporan yang mengikhtisarkan kekuatan dan kelemahan system berjalan.  Evaluasi efektivitas kemampuan system untuk mencapai seluruh tujuan yang telah direncanakan harus difokuskan pada “ leher botol” (bottleneck). Bottleneck ini menunjukan kelemahan-kelemahan system yang kemungkinan perbaikannya secara besar-besaran sangatlah kecil.


Tahap  2  : Identifikasi kebutuhan informasi.


Tahap utama yang kedua dalam analisa system adalah identifikasi kebutuhan informasi untuk pembuatan keputusan-keputusan spesifik yang dibuat oleh para manajer berdasarkan masukan informasi. Cara mengidentifikasikan keputusan-keputusan yang dibuat manajer cukup menganggap bahwa cukup menanyakan kepada manajer,keputusan-keputusan apa yang mereka buat. Para manajer seringkali tidak menjawab pertanyaan ini secara spesifik. Salah satu alas an untuk ini adalah bahwa para manajer berfikir dalam kerangka menyelesaikan pekerjaan.



Tahap 3 : Identifikasi kebutuhan system.


Tahap ketiga dalam proyek ini analisa system adalah menspesifikasi kebutuha-kebutuhan system . kebutuhan-kebutuhan itu dapat dispesifikasikan menurut masukan dan keluaran. Kebutuhan masukan untuk subsistem tertentu menyatakan kebutuhan-kebutuhan spesifik yang harus dipenuhi oleh subsistem untuk mecapai tjuannya.


Adapula hal – hal yang harus dipertimbangkan sebagai kebutuhan-kebutuhan keluaran :


-          Laporan perkembangan harian.


-          Laporan keuangan harian.


-          Laporan mengenai unit-unit yang rusak.


-          Laporan mengenai masalah-masalah bahan mentah.


Kebutuhan – kebutuhan masukan subsistem selanjutnya akan menspesifikasikan kebutuhan keluaran untuk subsistem lainnya. Dalam kasus ini, kebutuhan-kebutuhan masukan ramalan penjualan akan menjadi kebutuhan keluaran untuk system lain dalam perusahaan.


Tahap  4 : Pembuatan laporan analisa system.


Keluaran akhir proyek analisa system adalah laporan. Laporan ini sangat penting karena seringkali digunakan sebagai dasra pengembilan keputusan manajemen puncak. Selain itu, lapora ini mengorganisasikan dan mendokumentasikan seluruh temuan pada ketiga fase terdahulu dalam proyek analis. Tanpa dokumentasi yang cermat ,banyak informasi yang akan lenyap dalam jangka panjang. Analisis tidak di dokumentasikan dengan cermat pada saat dilaksanakan , maka karena kegiatan perancangan dan implementasi, akan banyak hal yang terlupakan . juga untuk membuat laporan ,seluruh temuan analisis harus diorganisasikan secara cermat dalam kerangka yang konsisten.
Beberapa elemen kunci dari laporan analisis system akan mencakup hal-hal berikut :
+ Ikhtisar lingkup dan tujuan proyek analisis.
+ Hubungan antara proyek dengan seluruh rencana system informasi strategis.
+ Deskripsi dari setiap masalah dalam subsistem tertentu yang diteliti.
+ Ikhtisar keputusan yang dibuat dan kebutuhan-kebutuhan informasi spesifik.
+ Spesifik kebutuhan kinerja system.
+ Anggaran biaya keseluruhan dan kerangka waktu pelaksanaan proyek.
+ Rekomendasi untuk perbaikan system berjalan atau untuk perencanaan system baru.
+ Rekomendasi yang berkaitan dengan modifikasi tujuan-tujuan system yang sedang diteliti.


Laporan analisis system jika sudah selesai ,diberikan kepda wakil presiden direktur bidang system informasi,dewan pengarah system informasi, atau mungkin langsung kepada manajemen puncak. Laporan kemudian ditelaah dan dibahas antara orang-orang yang berkepentingan ,yang  menentukan apakah perencanaan awal system akan dilakukan .perencanaan awal system ,jika dilakukan akan memberikan anggaran lengkap untuk perancangan dan implementasi proyek pengembangan.


TEKNIK-TEKNIK PENGUMPULAN FAKTA (Ratna)
Wawancara Pendekatan
Bermanfaat untuk mendekatkan analis dengan para pembuat keputusan dan masalah-masalah yang mereka hadapi dan untuk mengakrabkan pembicaraan dan meningkatkan perhatian para manajer. Wawancara pendekatan juga memungkinkan analis sistem untuk menetapkan hubungan kerja dengan manajer. Tekanannya adalah membina kepercayaan dan membuka hubungan komunikasi, dan bukan pada pengumpulan fakta.
Teknik-teknik Pengumpulan Data untuk Analisis

Wawancara Terstruktur
Tujuannya adalah untuk menjawab kumpulan pertanyaan tertentu. Seringkali bermanfaat untuk melakukan wawancara lanjutan yang lebih rinci. Setelah menelaah hasil wawancara pendekatan ini, analis harus membuat daftar pertanyaan spesifik, yang jika dijawab, akan membantu memahami penyebab masalah.
Penting untuk membuat membuat catatan tertulis selama dan setelah wawancara. Anggota kunci dari tim analis sistem harus bertemu dan membahas hasil-hasilnya. Pertanyaan tambahan dapat dibuat untuk digunakan dalam wawancara tambahan.
Beberapa hal penting dari wawancara harus dicatat. Pertama, sangat mungkin orang yang diwawancarai tidak bersikap kooperatif. Masalah kedua adalah jawaban para manajer yang bias, jika mereka menganggap analis sistem sebagai pengganggu yang masuk ke lingkungan mereka atau sebagai penghambat posisi pekerjaan mereka. Akhirnya, wawancara mengandung masalah seni mendengarkan. Pewawancara yang efektif akan memberikan kesempatan lebih banyak untuk berbicara kepada orang yang diwawancarainya.
Kuesioner Terbuka
Teknik pengumpulan fakta dimana orang memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan yang lebih bersifat umum daripada spesifik. Kuesioner tertulis memiliki beberapa kelebihan dibandingkan wawancara pendekatan. Pertama, manajer memiliki waktu yang lebih banyak untuk memikirkan pertanyaan tertentu sebelum memberikan tanggapan. Kedua, dalam banyak situasi, tidaklah layak untuk melakukan wawancara dengan seluruh karyawan, terutama jika jumlah karyawan, terutama jiika jumlah karyawan sangat banyak. Kuesioner tertulis dapat diisi tanpa nama.
Kuesioner Tertutup
Merupakan teknik yang bermanfaat untuk mengumpulkan jawaban untuk pertanyaan dalam jumlah besar. Kuesioner tersebut sangat efektif dalam banyak situasi, termasuk mengumpulkan informasi mengenai pengendalian intern. Beberapa masalah yang timbul, salah satunya adalah jumlah pertanyaan yang banyak akan membuat jawaban menjadi dangkal. Bahaya yang kedua adalah bahwa karyawan umumnya lebih suka menjawab sedikit pertanyaan. Batasan utama pertanyaan rinci adalah adanya risiko dimana justru pertanyaan yang penting yang terabaikan. Masalah utama akan benar-benar tidak terdeteksi oleh kuesioner karena tidak ada pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang dimaksud.
Penelaahan Dokumen
Dokumen-dokumen penting harus ditelaah sebelum melakukan wawancara. Dokumen-dokumen ini dapat membantu analis untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai organisasi. Perlu diingat bahwa sistem umumnya tidak beroperasi dan dijalankan sesuai yang didokumentasikan. Analis tidak pernah mendasarkan pada dokumentasi pada saat menguraikan kinerja atau operasi sistem. Jika dokumen sudah mewakili kebijakan perusahaan berjala, maka pelanggaran atas kebijakan dapat dibuktikan.
Observasi
Observasi operasi actual atas sistem yang dipelajari akan memberikan cara pandang yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain. Observasi dapat bermanfaat untuk mengkonfirmasikan informasi yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara. Teknik observasi yang bermanfaat adalah melihat transaksi yang akan diproses melalui keseluruhan sistem.
TEKNIK-TEKNIK UNTUK MENGORGANISASIKAN FAKTA
Analis sistem membutuhkan teknik-teknik formal untuk mengorganisasikan fakta-fakta.
Teknik-teknik pengorganisasian fakta
Teknik
Tujuan
Pengukuran kerja
Mengikhtisarkan sumberdaya yang dibutuhkan untuk berbagai tugas.
Distribusi kerja
Mengikhtisarkan penggunaan jam kerja karyawan untuk pelaksanaan tugas-tugas.
Bagan arus
     Umum
     Arus keputusan
     Arus data logis
     Sistem rinci
Menggambarkan secara grafis arus dan hubungan dan kebutuhan-kebutuhan proses, dengan focus pada modularitas.
Analisis keputusan
Mengikhtisarkan keputusan dan informasi yang dibutuhkan.
Analisis fungsional
Mengikhtisarkan fungsi dan informasi yang berkaitan.
Fungsi hirarkis

Analisis matriks
Mengiktisarkan data masukan/keluaran yang berkaitan.
Naratif
Ikhtisar tertulis.
Ikhtisar file/laporan


Analisis Pengukuran Kinerja
Aspek penting analisis sistem adalah pengukuran aktivitas-aktivitas kerja. Tujuan pengukuran kinerja adalah menganalisis tugas tertentu dan mengikhtisarkan jumlah masukan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Tujuan utama analisis pengukuran kerja adalah mempelajari dan mengukur efisiensi tugas-tugas pekerjaan tertentu. Analis seringkali menggunakan uji petik statistic dimana sampel acak transaksi diobservasi secara periodic, maka dapat dibuat kesimpulan umum.
Analisis Distribusi Kerja
Perbedaan utama adalah bahwa analisis distribusi kerja berfokus pada tugas-tugas tertentu individu tertentu, sementara analisis pengukuran kinerja berfokus pada satu tugas tertentu. Analisis pengukuran kerja dan analisis distribusi kerja akan menjadi alat bukti yang efektif untuk mempelajari pemanfaatan sumberdaya-sumberdaya perusahaan. Teknik-teknik ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pekerjaan-pekerjaan dalam sistem yang sedang dipelajari.
Analisis Arus Informasi
Beberapa teknik bermanfaat untuk analisis. Bagan arus dokumen dan analitis dapat bermanfaat untuk memberikan gambaran menyeluruh berkaitan dengan pemrosesan transaksi dalam organisasi.  Diagram arus keputusan menekankan pada rantai keputusan yang berkaitan dengan subsistem tertentu dalam perusahaan.
Diagram Arus Data

Diagram arus data logis , atau diagram arus data (DFD). Jenis diagram ini menekankan pada arus logis kejadian-kejadian yang harus muncul dalam sistem tertentu. DFD hanya menggunakan sedikit symbol untuk mengilustrasikan arus data dalam proses-proses yang berhubungan. DFD dibuat secara hirarkis. DFD yang hanya menunjukan entitas-entitas dasar dan arus data dalam sistem disebut diagram konteks.
Symbol kontak berbayang untuk pelanggan dan editor senior merupakan symbol terminator, yang digunakan untuk mengindikasikan sumber dan tempat tiba data dalam sistem yang akan diuraikan. Symbol arus data, yang digunakan untuk mengindikasikan data, adalah arus garis tanda panah. Symbol proses yang digunakan dalam DFD dapat berupa lingkaran, seperti tampak dalam gambar, atau segi empat terbuka, seperti tampak dalam gambar, atau oval, yang menunjukkan penyimpanan data (misalnya file).
Diagram arus data logis berbeda dengan diagram arus keputusan dalam hal focus terhadap langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas atau fungsi tertentu. DFD menekankan pada hubungan antara arus data dan pemrosesan. DFD umumnya tidak memuat rincian mengenai jenis teknologi yang akan digunakan dalam pemrosesan, maupun data rinci yang akan diproses.
Metodologi Warnier –Orr adalah teknik yang didasarkan pada analisis keluaran aplikasi dan pemilahan aplikasi-aplikasi menjadi struktur hirarkis modul-modul untuk melakukan pemrosesan yang diperlukan. Metode ini menggunakan teknik pendiagraman.
Diagram Konteks

ANALISIS FUNGSIONAL (RINI)
Transaksi-transaksi diuraikan dalam bentuk pelaksanaan fungsi tertentu.Aplikasi yang sangat berguna adalah analisis fungsional hierarchies.
Cara yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan pendekatan analisis fungsi hierarchies adalah dengan menambahkannya dengan diagram arus data logis dan bagan arus dokumen.
Diagram fungsi hierarchies yang memuat bagan arus pendukung menunjukkan masukan, keluaran, dan proses yang disebut HIPO (Hierarki, ditambah masukan, proses, keluaran
Secara keseluruhan, HIPO memiliki kelebihan dibandingkan bagan arus sederhana karena menunjukkan  sistem informasi dalam bentuk modul2 dan mengaitkan modul-modul tersebut dengan informasi dalam organisasi.Analisis modular terutama bermanfaat dalam memfokuskan rancangan area-area tertentu.
ANALISIS MATRIKS
Terdapat baik sumber maupun penggunaan informasi , sehingga diagram jenis ini kadang-kadang disebut sebagai diagram sumber dan penggunaan informasi.Dalam praktik, analis sistem menggunakan beragam matriks.Sebagai contoh, baik pengukuran kerja maupun analisis distribusi kerja mencakup matriks.Satu masalah penting yang dihadapi perancang sistem adalah spesifikasi tata letak catatan dan struktur file.Diagram masukan/keluaran memberikan referensi yang bermanfaat untuk masalah perancangan ini.Dagram masukan/keluaran memliki kekurangan karena tidak menggambarkan arus informasi.
ANALISIS SISTEM TERSRUKTUR
Analisis sistem terstruktur merupakan pendekatan analisis sistem yang berawal dengan deskripsi yang sangat umum mengenai sistem tertentu dan kemudian diproses melalui beberapa langkah logis , yang masing-masing dirincikan, dan berakhir dengan kode program computer.
Sistem dokumentasi mencakup beberapa tingkatan dokumentasi.Dimana setiap tingkatan merupakan pemilahan logis/perluasan tingkatan sebelumnya.
DIAGRAM ARUS LOGIS KONTRA BAGAN ARUS
Dalam merancang sistem baru, diagram arus data logis khususnya bermanfaat karena tidak membutuhkan keharusan implementasi fisik tertentu.Diagram ini juga bermanfaat untuk menganalisis sistem berjalan tanpa menghubungkan ke masukan/keluaran fisik dan peralatan peralatan penyimpanan.
BAgan arus dokumen dan analitik adalah alat yang sangat diperlukan.Dokumentasi digunakan untuk perancangan dan analisis.Dalam perancangan sistem baru, diagram arus data logis bermanfaat untuk memisahkan masalah-masalah arus logis dan implementasi fisik.
PERANCANGAN SISTEM KONTRA ANALISIS SISTEM
Perancangan berkaitan dengan penciptaan sistem baru/dimodifikasi  sedangkan analisis mencakup evaluasi kritis atas masalah-masalah tertentu/sistem berjalan.Analisis sistem terstruktur harus dipelajari secara simultan dengan perancangan sistem terstruktur.
Gambar Diagram konteks sistem pembelian

Langkah – langkah dalam analisis Sistem Terstruktur (ALIDER & JULIAN)
Membuat Diagram Arus Data Logis. System pertama diuraikan secara umum dengan menggunakan diagram arus data logis. Haruslah memungkinkan untuk membuat rincian guna mendukung diagram konteks system pembelian orisinal dengan memperluas subproses dalam gambar dibawah. Ke dalam sub –subproses dengan tingkatan lebih rendah. Prosedur ini harus berlanjut sampai system diuraikan secara memadai.
Membuat kamus data. Langkah selanjutnya adalah membuat kamus data yang berkaitan dengan penyimpanan data yang direferenikan dalam diagram arus data logis. Ini mencakup deskripsi struktur data dan elemen- elemen data. Dalam kasus iini, struktur data berkaitan dengan beberapa kategori; termasuk “Pengidentifikasi-akun” , “informasi-validasi” , “informasi-keuangan” , dan “informasi-pemasok”. Dalam setiap kategori utama, dibuat daftar elemen-elemen data individual. Sebagai contoh, kategori “informasi-keuangan” mencakup unsur-unsur data “saldo-akun” dan “pembelian-terakhir”.

Mendefinisikan metode akses. Juga penting untuk menspesifisikan bagaimana penyimpanan data akan diakses. Ini umunya berkaitan dengan pendefinisian kunci-kunci akses primer dan sekunder.

Mendefinisikan logika proses. Terdapat banyak pendekatan untuk mendokumentasikan logika proses. Ini mencakup beragam jenis pohon keputusan dan diagram-diagram keputusan, dan juga bahasa inggris terstruktur.

Bahasa inggris terstruktur merupakan bahasa khusus untuk menguraikan logika proses yang menggunakan beberapa kata kunci, termasuk IF, THEN, ELSE IF, dan SO. Logika distrukturkan dalam format yang tidak bias dipahami oleh orang-orang yang bukan dari kalangan teknis. Oleh karena itu pendekatan ini memiliki manfaat tambahan yang dapat dibaca dan dimodifikasikan oleh para pemakai system. Aspek lain dari bahasa inggris terstruktur yang sangat bermanfaat adalah kode sumber yang sangat mirip dengan yang terdapat dalam bahasa-bahasa pemrograman terstruktur seperti COBOL, atau FORTRAN V. bahasa inggris terstruktur tidak mencakup provisi atau kondisi-kondisi kekeliruan dan akses file data. Dokumen yang dihasilkan kadang-kadang disebut pseudocode. Kadang –kadang memang diperlukan untuk membuat pseudocode sebagai langkah terakhir sebelum pembuatan kode program.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar